Titik didih senyawa steroid

iii). Binary Cycle Power Plants (BCPP)
BCPP menggunakan teknologi yang berbeda dengan kedua teknologi sebelumnya yaitu dry steam dan flash steam. PLTP sistem Binary Cycle dioperasikan dengan air pada temperatur lebih rendah yaitu antara 107°-182°C. Pada BCPP, air panas atau uap panas yang berasal dari sumur produksi (production well) tidak pernah menyentuh turbin. Air panas bumi digunakan untuk memanaskan apa yang disebut dengan working fluid (biasanya senyawa organik seperti isobutana, yang mempunyai titik didih rendah) pada heat exchanger. Working fluid kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap berupa flash. Uap yang dihasilkan di heat exchanger tadi lalu dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan sumberdaya listrik. Uap panas yang dihasilkan di heat exchanger inilah yang disebut sebagai secondary (binary) fluid. Binary Cycle Power Plants ini sebetulnya merupakan sistem tertutup. Jadi tidak ada yang dilepas ke atmosfer. Keunggulan dari BCPP ialah dapat dioperasikan pada suhu rendah yaitu 900 – . Contoh penerapan teknologi tipe BCPP ini ada di Mammoth Pacific Binary Geo-thermal Power Plants di Casa Diablo geothermal field, Amerika Serikat. Banyak kalangan memerkirakan bahwa pembangkit listrik panas bumi BCPP akan semakin banyak digunakan di masa yang akan datang.***

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendapatkan alkohol absolut (99,5%), caranya adalah dengan mengukur alkohol 95% dan menimbang CaO lalu mencampurkan kedua zat tersebut dalam labu alas bulat leher pendek. Pemilihan labu juga harus diperhatikan, jangan sampai isi labu kurang dari ½ nya dan tidak melebih 2/3 nya. Hal ini untuk mencegah banyaknya cairan yang hilang dan menghindari atas kemungkinan terjadi percikan. CaO yang dicampur dengan etanol berfungsi sebagai zat pengering karena dapat menghilangkan 5% air dari etanol dan dapat bereaksi dengan air membentuk etanol-kalsium hidroksida yang sukar larut, Ca(OH)2. CaO tidak boleh dibiarkan di udara terbuka karena CaO bersifat higroskopis. CaO yang digunakan harus memenuhi standar yaitu :
a. Tidak bereaksi dengan zat organik
b. Kapasitas mengeringkan besar dan harus dapat bekerja cepat
c. Tidak larut cairan organik dan mudah dipisahkan
d. Tidak mempunyai efek katalitik untuk terjadinya reaksi kimia dari senyawa organik, misalnya polimerisasi, reaksi kondensasi, oto-oksidasi, dan lain-lain.
e. Sifat tidak stabil seperti higroskopis, deliquescent, dan eflorescent.
f. Murah dan mudah didapat.
Setelah CaO dan etanol bercampur, masukkan batu didih supaya tidak terjadi bumping. Lalu campuran CaO dan etanol tersebut direfluks dengan pendingin bola selama 6 jam supaya uap yang terbentuk dapat terkondensasi kembali. Bola-bola pada pendingin ini gunanya untuk memperluas pekerjaan pendingin supaya pendinginan sempurna. Di atas pendingin bola dipasang tabung CaCl2 yang berisi CaCl2 anhidrida dan ditutup dengan kapas. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi zat dari pengaruh uap air dan melindungi zat dari CO2 sehingga bisa didapatkan alkohol absolut. Setelah refluks selesai, diamkan 1 malam. Lalu lakukan destilasi sederhana dengan seperangkat alat destilasi, penampung hasil destilasi juga dihubungkan dengan tabung CaCl2 dan buang 20 ml destilat pertama. Pada waktu destilasi, jangan sampai terjadi bumping, cara menghindari bumping adalah :
1. Pengadukan
2. Penambahan batu didih
3. Pemanasan merata
4. Isi labu tidak lebih dari 2/3 volume labu
Selesai destilasi, timbang hasilnya, tentukan titik didih serta indeks biasnya. Selain CaO, bahan lain yang dapat digunakan untuk menghilangkan air dalam etanol 95% adalah benzen karena campuran azeotrop benzen-air-etanol akan menguap lebih dahulu.

Titik didih senyawa steroid

titik didih senyawa steroid

Media:

titik didih senyawa steroidtitik didih senyawa steroidtitik didih senyawa steroidtitik didih senyawa steroidtitik didih senyawa steroid

http://buy-steroids.org